Berdasarkan hasil riset tahun 2020, total pengguna aktif media sosial di Indonesia sebesar 160 juta pengguna dan 99% diantaranya mengakses sosial media menggunakan handphone. Platform social media yang paling banyak digunakan tahun 2020 adalah Youtube, Whatsapp, Facebook, Instagram, dan Twitter. Pengguna aktif social media berada pada rentang umur 17 – 25 tahun.
Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Menurut Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 13,6% dewasa berusia >18 tahun mengalami overweight sedangkan 21,8% mengalami obesitas. Hal tersebut menyebabkan masalah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kanker, diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, dan lainnya.
Salah satu tantangan pada fase hidup remaja dan dewasa muda adalah bagaimana cara mempengaruhi dan mengajak sasaran ntuk mengadopsi perilaku makan yang sehat. Penggunaan platform media sosial yang tinggi memungkinkan dewasa muda untuk memperoleh banyak informasi tentang gizi dan kesehatan dari sosial media. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap kebiasaan makan adalah dengan memberikan edukasi gizi melalui media sosial. Pemberian edukasi gizi melalui platform yang dekat dengan remaja dan dewasa muda diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam mencegah overweight dan obesitas.
Berikut merupakan beberapa modul yang menjadi bahan penelitian Nutrition Education 4.0 to Prevent Overweight and Obesity Through Social Media.
Tema Gizi Seimbang:
Tema Traffic Light Diet:
Modul 2 Asupan Gula, Garam, dan Lemak
Modul 3 Manifestasi Makanan Tinggi Hingga Rendah Gula, Garam, dan Lemak
Tema Fad Diet: